Pablo Neruda: The Captain’s Verses

image

Cinta dan Neruda

Separuh dari kesedihan adalah puisi. Separuh dari kegembiraan, barangkali, juga adalah puisi. Dan separuh kesedaran diwaktu-waktu yang pedih, ketika bersendiri bertanyakan soalan-soalan yang belum ditemui jawapannya kepada diri, saya kerap memandang puisi dengan raut yang aneh. Puisi yang menggoda, kadang-kadang merajuk dan tak mahu menampakkan dirinya dan meninggalkan kita terkontang-kanting.

Apa lagi ketika bertanyakan tentang cinta. Perhubungan gelap – dengan puisi – yang tak ramai orang ingin memahaminya. Yang terus-terusan tak terdaya untuk dihadam dan tidak juga dapat untuk dijelaskan dengan sempurna. Dan, itulah keindahan barangkali. Cinta yang mengalir tanpa disedari oleh orang-orang disekeliling kita, menolak kita ke dalam ruang imajinasi yang sarat emosi.

Menaruh harapan juga bukanlah sesuatu yang enak. Terhadap apa pun. Misalnya, seperti yang ditunjukkan oleh Pablo Neruda; di dalam kesnya, menaruh hati kepada seorang perempuan sakti. Di tahun 1952, dia hidup dalam buangan di Pulau Capri. Cintanya meledak-ledak di dalam dada terhadap seorang wanita lain, Matilde Urrutia. (Waktu itu, dia sudah punya teman bercinta yang lain). Dan ditahun itu juga dia siap mengalirkan gelora rasa itu di dalam himpunan potongan sajak yang terpisah-pisah; terpecah kepada empat bahagian yang berurusan dengan rasa cinta, cemburu, pengagungan dan rasa gundah.

Neruda menuliskan semua sajak-sajak itu senyap-senyap; mengungkapkan kegoyahan dirinya sendiri, mungkin untuk menangkap kata-kata yang langsung tak berani diluahkannya waktu itu kepada Matilde. Di dalam ruang pribadi paling sepi dalam dirinya, dia bersiap sedia untuk melondehkan perasaannya sendiri. Kerana, pada masa itu, mungkin belum ada orang yang dijangka akan membacanya. Dan sajak ditulis pertamanya memang untuk diri sendiri, bukan untuk orang lain. Hanya ditujukan perasaan itu untuk seseorang yang lain, dengan harapan bukan untuk difahami, sebaliknya untuk disalah tafsir. Continue reading “Pablo Neruda: The Captain’s Verses”

Pablo Neruda: The Captain’s Verses