Dole (1982-2015)

IMG_1176
Foto dari akaun Twitter Dole.

Ingatan yang tak pernah tertangguh terhadap seorang teman dan pendorong

Saya tak tahu bagaimana untuk menilai atau menguruskan kembali memori yang menyerang dan menghampar semula dirinya seperti sebuah perca kain secara tergesa-gesa; serpihan-serpihan yang terpisah dari sebuah lembaran yang luas. Dibelakangnya adalah tempoh waktu tahun-tahun yang bermakna, yang membawa bersamanya sebuah kepiluan, dari sebuah kehilangan yang sejujurnya, jarang-jarang dapat saya rasakan.

Ia sebuah senja yang sunyi dan hiba. Untuk beberapa ketika, memori yang saya miliki dan ingin digali serta-merta pada 22 Februari 2015 ialah terhadap seorang teman, Nazrul Hakim Putra Bin Zaimi.

Saya bukanlah seorang yang tersangat rapat dengannya, jika diukur dari tempoh waktu yang pernah kami luangkan bersama. Ramai lagi teman-temannya dari lingkungan yang lain, atau jiwa-jiwa yang pernah cuba untuk memahami ketegasan sosok yang lebih senang disapa dengan panggilan ‘Dole’ ini, yang berkesempatan untuk meluangkan lebih banyak masa bersamanya.

Tetapi, ada sisi lain darinya yang membuatkan saya berasa begitu dekat; tentang semangat dan keberanian untuk bermimpi, dan meletakkan sepenuh jiwanya untuk meraih mimpi-mimpi berkenenaan, walau apa pun harganya. ‘Jiwa’ untuk orang seperti ini, bukanlah hanya perasaan dan angan-angan lembik, dan saya harap saya tak tersalah membaca perihal ini tentang dirinya.

‘Jiwa’ yang saya maksudkan di sini adalah di dalam maknanya yang sebenar; sebuah gerak hati yang diandalkan pada upaya akal untuk menggerakkan hidup. Bukan hanya ingin meminta-minta untuk meraih simpati dan kesenangan melalui jalan singkat. Tidak juga hanya cakap-cakap kosong yang tidak disertakan dengan usaha yang bersungguh-sungguh, seperti kebanyakan orang.

Continue reading “Dole (1982-2015)”

Advertisements
Dole (1982-2015)